Sepucuk Robuniceta Untuk Peradaban Baru

Dulu, dulu, duluuu sekali sebelum manusia seperti sekarang. Bahkan sebelum manusia bisa menggunakan benda untuk membantu mengerjakan sesuatu. Terdapatlah sepucuk bibit yang sangat berharga, dan sangat dicari oleh Wixagonysus (sebutan untuk orang pada abad ke 42). Robuniceta, begitu Ia sering menyebutya. Untuk menghindari adanya perubahan sejarah dan ketidakstabilan ruang & waktu, Wixagonysus kembali ke zaman silam purba dengan ikatan program khusus, yaitu menghindari kontak mata dengan hewan atau sejenisnya. 

Di balik kabut tebal yang menyelimuti zaman purba, Wixagonysus, seorang penjelajah waktu 

Terpendam Dalam-dalam.

Di tengah hiruk-pikuk sekolah di sebuah kota kecil di Korea, terhampar kisah yang tak biasa antara Sooyoung, gadis ceria dengan senyuman tulus, dan Joonho, seorang laki-laki sederhana yang menyimpan rasa sayang di balik tirai kepolosannya. 
Joonho, pemuda dengan kepribadian yang tersembunyi, selalu memilih cara yang unik untuk mengekspresikan cintanya pada Sooyoung, teman sekolahnya. Setiap hari, Sooyoung dihadapkan pada kejutan tak terduga, mulai dari cat air di buku catnya yang berubah warna secara misterius hingga

Ayunan Coklat Tua

Ayunan Coklat Tua; Cerpen
#Bising #Rindu
Sore itu aku sedang bergegas menuju tempat yang biasa memangkuku menjelang petang datang. Seperti sore sore lalu, tempat ini masih sama. Hanya ada satu hal yang berbeda sepanjang ingat ku memandang arah barat sampai timur - Pohon palem tempat Dia bersandar dulu-. 

Beriring habis usia pohon itu, senyumnya pun mulai hilang dari ingatanku. Hanya masih tersisa bekas bangku di bawahnya yang mulai mengusam. Bangku pincang berkaki empat dengan anak-anak rayap di ujung bawah kirinya. Suasananya masih sama, angin merdu bersenandung
[ww]-Share [ww]-Share
[ww] Share